Showing posts with label Yes No Wave. Show all posts
Showing posts with label Yes No Wave. Show all posts

"Mungkin Sudah Saatnya Pusat Liturgi Gereja di Indonesia Mulai Menciptakan Lagu-Lagu Baru yang Lebih Merona dan Menggemaskan Seperti Frau Ini"


words by Wok The Rock
Tepat pada hari raya Natal 2008 lalu, saya secara terbuka membagikan luapan kecintaan saya terhadap Frau kepada khalayak luas melalui blog saya di dailywhatnot.com. Beberapa rangkaian kata dalam blog tersebut saya kutip dalam tulisan ini. Saat itu, lagu Mesin Penenun Hujan yang hanya direkam Lani dengan menggunakan laptopnya telah menggeser singgasana lagu Malam Kudus dalam hati saya meskipun Frau tidak menciptakannya menjadi sebuah lagu rohani. Namun alunan nadanya serasa mampu memercikkan api pada lilin-lilin yang tersebar di segala penjuru gereja di dunia. Mungkin sudah saatnya Pusat Liturgi Gereja di Indonesia mulai menciptakan lagu-lagu baru yang lebih merona dan menggemaskan seperti Frau ini.

Frau adalah Leilani Hermiasih. Anaknya biasa saja. Lani berusia 21 tahun. Lulusan SMA Stella Duce 1 Yogyakarta yang saat ini duduk di bangku Jurusan Antropologi UGM. Setelah sempat mengenyam karir di Anggisluka, mencabik bass di Essen Und Blood dan menjadi kibordis ‘tambahan’ di Southern Beach Terror, mahasiswi ini diam-diam merangkai beberapa komposisi lagu yang dimainkan dan dinyanyikan sendirian. Beberapa lagunya mengadopsi jurus maut Regina Spektor dan sisanya punya rasa lebih manis dikecap di segala cuaca dan suasana layaknya musik pop ampuh pada umumnya.


Frau muncul ditengah maraknya solois-solois perempuan muda yang leluasa memainkan alat musik sambil bersenandung menjeritkan imajinasi, perasaan atau lika-liku hidupnya didepan mikrofon dan kamera mungil yang tertanam di laptopnya. Sebuah aktivitas privat diluar rutinitas yang tak jarang tersiar di situs-situs dunia maya hingga ajakan ajaib untuk unjuk gigi diatas panggung. Sebagian lagu dalam album ini sebelumnya pernah direkam seadanya dan beredar luas di kalangan muda-mudi di Yogyakarta. Namun, tidak semua orang memiliki pendengaran yang ramah menerima rekaman ’seadanya’. Untuk itulah album ini dirilis dan disebarkan untuk dinikmati oleh khalayak yang lebih luas.

‘Starlit Carousel’ juga akan dirilis dalam keping CD oleh Cakrawala Records yang didistribusikan oleh Demajors. Versi fisik ini tentu saja dikemas eksklusif dengan kejutan yang berbeda dengan versi digital. Meskipun sosoknya lugu dan biasa saja, Frau telah siap melancarkan sebuah serangan umum 11 Maret yang kedua dengan anggun dan bersahaja. (Wok The Rock)



Track List:
01. I’m a Sir
02. Mesin Penenun Hujan
03. Salahku, Sahabatku
04. Rat and Cat
05. Sepasang Kekasih Yang Pertama Bercinta Di Luar Angkasa
06. Glow

"Membuat Sebuah Strawberry Cake yang Diblender Dengan Miras Disini"


words by Oyi
Dalam rangka memperingati empat tahun pertama terbentuknya Nervous Breakdown (NB), band asal timur kota Jakarta ini merilis mini album yg bertajuk "God Save The Freak", mini album ini sendiri merupakan rilisan kedua yg di rilis di Yes No Wave Music. Menyusul dari mini album Never Green yg dirilis pada 4 juni 2008. God Save The Freak juga merupakan rilisan pemanasan dari NB sebelum merilis debut album, disebut sebagai pemanasan karena semua materi yg ada di EP terbaru ini berasal dari sesi demo rekaman pertama NB yg berjudul New Dogs On The Block, yg di rekam dalam format Live recording di K - Studio (Jatiwaringin/Jakarta ).

Dibandingkan dengan Never Green EP yg bernuansa progresif dengan segala macam experimen - experimen non - hardcore punk yg kental, maka di EP terbaru ini penyajian tracklist-nya lebih ke arah jenis yg ber-cita rasa konservatif, yg artinya semua lagu di album ini menyuguhkan intensitas musik hardcore punk murni yg sarat dengan agresifitas khas singkat padat dan brutal, New Dogs On The Block sendiri hanya disebar begitu terbatas saat di publikasi pertama kali di tanggal 4 november 2007, dari tangan ke tangan dalam bentuk CD-R dengan print sampul berwarna dan di jual hanya dengan seharga 5 ribu rupiah pada segelintir orang tertentu, God Save The Freak sendiri merupakan bentuk dukungan untuk siapapun yg gigih memperjuangkan apa yg benar-benar diinginkan dalam hidup. (Oyi)


words by Bagus Jalang
Masih saja ngebut dengan lebih banyak sampling dari beberapa potongan lagu band-band favorit mereka, seperti usaha meleburkan 2 suasana yang berbeda, cukup secara kontras. Walau sebenarnya bukanlah hal baru sebuah band fast thrash hardcore punk bermain-main dengan sampling, mungkin dari potongan pembicaraan di sebuah film, atau potongan rekaman yang cukup sinkron dengan tema lagu, yang kebanyakan bermuatan sarkastis ataupun humor. Nervous Breakdown mencoba membuat sebuah Strawberry Cake yang diblender dengan miras disini, bisa saja. Eksekusi musik hardcore punk bersemangatkan youth crew bermental indie pop cukup menarik, rekaman ini bisa memberikan ide cukup segar kepada scene hardcore punk untuk lebih bebas mendandani rancangan audio mereka dalam satu album.

Namun vitalnya, bisa jadi rekaman di album akan lebih menarik didengar daripada penampilan panggung band itu sendiri, kecuali jika si band tidak berkeberatan membawa racikan sampling mereka keatas panggung. 6 lagu disini berjalan cepat, dengan aransemen campuran Youth Of Today dan Larm, thrash! Tapi ada baiknya ketika aransemen sedikit lebih diramu dengan pergantian part yang tidak terulang atau kekacauan kord disana-sini. Kembali lagi ke band, aransemen adalah sebuah kebutuhan akan ide dan nafsu yang bisa dibuat sedikit rumit, rumit, atau berantakan.

Tampaknya Nervous Breakdown cukup puas akan nafsu hasrat mereka di sini. Dan kurang lebih mengatakan lalu berteriak “Tidaklah harus berbaju hitam untuk datang di sebuah acara hardcore punk!” Kurang lebih itu yang mereka akan sampaikan dari sekian set materi mereka ini.

Tata poni, licinkan pompadour kalian dan mosh! (Bagus Jalang)


Tracklist:
01. Introcity / Girl From Planet Nine
02. Tonight We Dine In Hell
03. Judge Me!
04. Punk Song
05. Proud To Be DFL (Feat. Luckey McKey)
06. Refused & Resist

YES NO WAVE
DOWNLOAD FREE MUSIC
Adrian Adioetomo - Plays Standards (Sort Of)
words by: Adrian Adioetomo

SETAN BLUES!


This recording was made during practice sessions. The songs provide good platforms for guitar exploration and thematic re-arrangements. Part of the practice is also an attempt hoping to bring 'new-interpretation' to each songs. The result, hopefully, would not stray too far from their original meaning.

But even more so, these songs have provided endless knowledge and inspiration about the blues. Not only as musical and guitar-playing knowledge, but also some understanding on what it is about.

All songs are recorded in July, 2009 in Adrian's study room, and in an apartment living room, straight to a hand-held digital recorder. Compiling this recording and releasing it as free download is an act of tribute to the musical-root that has influenced so many of today's modern music. Sure it would continue to do good to many people. Enjoy! (Adrian Adioetomo)

Track List:
01. Unknown Title
02. Hear My Train Comin'
03. Death Letter
04. Got My Mojo Workin'
05. I Just Want To Make Love To You
06. Hellhound On My Trail
07. Hellhound On My Trail II
08. She's Allright
09. Sunshine Of Your Love
10. Spoonful
11. Baby Please Don't Go
12. Walkin' Blues

Dapatkan secara gratis di:
YES NO WAVE MUSIC

YES NO WAVE
DOWNLOAD FREE MUSIC
SANGKAKALA - MACANISTA EP
words by: Wok The Rock


“HENTAKKAN KAKIMU, KIBASKAN RAMBUTMU DAN ACUNGKAN SALAAAM TIGA JARIII!”




Retrospeksi dan hal-hal jadul memang selalu seru untuk dinikmati terlebih di ranah musik dan fashion. Bagi penggemar musik, hal ini dibawah sadar cukup berpengaruh. Terutama bagi penggemar musik yang mulai menelusuri jejak band masa kini yang sedang digemarinya. Fans Oasis bisa menyelam hingga Koes Plus. Begitu juga fans High On Fire mungkin bisa terjerembab ke denting piano Changes-nya Black Sabbath yang emo.

Sangkakala lahir di kampus seni yang bercokol di kabupaten Bantul pada tahun 2004 di saat gemuruh heavy metal dan saudara-saudaranya sedang merajalela. Di era inilah muncul gig yang bertajuk 'Rock Siang Bolong' yang cukup mewadahi lahirnya band-band metal 80-an seperti Saseni Bujang dan Sangkakala. Namun skala wabah ini cukup kecil.

Sangkakala adalah sekelompok mahasiswa seni rupa Bantul yang sangat menggemari band-band heavy metal dan hard rock dari Jawa Timur seperti Power Metal, Kamikaze, Red Spider, Brigade Metal serta produk-produk binaan Loggiss Records lainnya dan beriringan dengan Manowar, Iron Maiden, Twisted Sisters, Quiet Riot. Namun, astuti (baca: attitude) dan skill mereka yang nge-punk menjadikan musik yang mereka ciptakan dan mainkan berbeda dengan band idolanya. Di satu sisi mereka memperbaiki tatanan lirik lagu band idolanya yang dianggap moralis menjadi lebih urakan dan ceplas-ceplos, tapi di sisi yang lain mereka menurunkan derajat musik metal menjadi kasar. Penampilan diatas panggung dijadikan sebuah fashion show lengkap dengan pesta kembang api. Seperti halnya band-band retro pada umumnya, mereka juga menyajikan ungkapan, gaya dan perilaku yang pernah terjadi di tahun 80-an namun kadangkala diimbuhi penekanan ironisme seperti teriakan “Assalamualaikum…” di intro lagu atau poster band bertorehkan tanda tangan personil.

Pada perhelatan Jogja Biennale X kemarin, mereka menggelar Macanista Art Project yang meliputi beberapa workshop seperti hairstyling, custom costume, fans attribute (poster, flyer, banner) dan diakhiri dengan konser tunggal. Album mini ini adalah hasil rekaman konser tersebut atas prakarsa Yes No Wave Music dan 3dB Indonesia.

“HENTAKKAN KAKIMU, KIBASKAN RAMBUTMU DAN ACUNGKAN SALAAAM TIGA JARIII!” (Wok The Rock)
-----------------------------------------------------------------------------------------click readmore for full story
Tanggal Rilis:
5 Februari 2010

Track List:
01. Into The Row
02. Rock Live At Roller Coaster
03. Gang Bang Glam Rawk
04. Hotel Berhala
05. Tong Setan
06. Tong Setan (Karaoke Version)

Dapatkan secara gratis di
YES NO WAVE MUSIC

click readmore for full stories

"The Super-Productive Medical College Boy, Coming Back and Give a Birth to His Brand New Album" 
-The Boy is refer to Ababil Ashari as Shorthand Phonetics-

Shorthand Phonetics
Genre: Lo-fi, Rock, Alternative, Pop Punk, Indie
Based in: Bandung/Jakarta
Label: Yes No Wave
Year: 2009
Rate: 7/10
MySpace







Si mahasiswa kedokteran yang produktif berlagu itu kembali menelurkan sebuah album dibawah panji Shorthand Phonetics. Mengacu pada Ababil Ashari sebagai satu-satunya pemeran dalam Shorthand Phonetics, kali ini album penuh ke 4 dari Shorthand Phonetics dilahirkan lagi dengan mudahnya oleh spesialis lo-fi rock/alternative ini. Dan kembali lagi, sebuah album lo-fi rock/punk/alternative dengan berbagai lirikal, judul dan konsepsi konteks cerita fiksi absurd hasil buah kreatif dari Ababil kembali tersedia untuk (selalu) bisa di download secara cuma-cuma. Yes No Wave lah yang lagi-lagi masih menaungi hasil karya Shorthand Phonetics, click here!

Kali ini Shorthand Phonetics melengkapi paket albumnya dengan sebuah digital booklets sederhana yang mungkin dimaksudkan sebagai direksi interpretasi dari Ababil kepada para pendengarnya. Setidaknya untuk lebih mudah memahami konteks dan konsepsi dari lagu-lagu Shorthand Phonetics. Berbentuk file-file JPEG dengan rangkaian prolog-dialog yang membentuk semacam cerita pendek sporadis, dilengkapi lirik dari setiap lagunya. Shorthand Phonetics kembali bercerita dengan gayanya yang khas, lo-fi noisy rock -kali ini sedikit pop punk- dengan setting lirikal konsisten di dunia fiksinya.

Tidak ada lagu yang benar-benar menonjol di album ini, hamper terasa merata diseluruh bagian album. Dengan sound yang juga masih dalam satu koridor, Shorthand Phonetics tidak terdengar sedang bereksperimen disini. He just wrote the songs naturally as it flows as his daily activities, maybe? Seems so. Selama perangkat rekamannya masih ada disekitarnya, terjadilah lagu-lagu itu, cling! Haha… Harus dikatakan, kali ini sound yang diusung sedikit lebih berat dan padat, entah disengaja entah tidak mengingat Shorthand Phonetics memang selalu lo-fi. Tapi beat pop-punk sedang mendominasi di album ini, dengan lengkingan suara Ababil sesekali muncul di bagian lagu.

Coba tengok ke beberapa lagu yang menggelitik telinga saya. Yr #1 In My Mind, Jenna Fischer Analogue, menggoda dengan layer distorsi diawal yang terseret-seret dengan tebalnya, dengan hentakan berisik di versenya, dilengkapi melodi lagu yang pop-punk dan mudah. Kemudian ada Starring Shinohara Yumi as Unity Telosio in SABER 2RD DESTINY: Unity No Chiryoku, dengan ketukan drum ala indie rock kekinian, driven bass picking, dan petikan senar gitar mengikuti nyanyian, disambar langsung dengan refrain yang kembali kasar dan menghajar. The Hardest Achievement hadir dengan musik yang mudah dan genjrengan gitar yang santai, suara Ababil yang tidak merdu membuat lagu ini semakin menjiwai lo-fi. Hahaha… Masih ada Picture Day yang menghadirkan versi shining sunny pop-punk dari Shorthand Phonetics.

Beberapa lagu lain menghadirkan suasana suram yang masih berisik, seperti To the Girl I Think Might Be Similar..., Don’t Worry You’ll Roll a Twenty Eventually, dan Natalies for Glasses IV. Dan jangan khawatir, judul-judul yang disebutkan diatas dipendekkan agar tidak bingung membacanya, karena seperti biasanya, Shorthand Phonetics masih membuat judul dengan kaimat panjang-panjang, dan hanya ada sedikit lagu dengan judul konvensional. Haha.. Tidak ada salahnya mengunduh rilisan ini, cuma-cuma dpersembahkan melalui Yes No Wave. Silahkan… (Jay)
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
The super-productive medical college boy, coming back and give a birth to his brand new album under the name of Shorthand Phonetics. Refer to Ababil Ashari as the only role player on Shorthand Phonetics, this time the 4th album by Shorthand Phonetics produced easily by the lo-fi alternative/rock specialist. And again, an album of lo-fi rock/punk/alternative sounds with its absurd fiction lyrics, song title, and context conception, available to be downloaded for free (as always). Yes No Wave is (again) host this album to be downloaded on their site. Just click here to go there.

On this occasion, Shorthand Phonetics fulfilled its album with a simple digital booklets, it might be purposed as a direction from Ababil on how the listener should interpret his works. At least to make it easier to understand the context and conception he made in Shorthand Phonetics. Formed as JPEG files contain sets of prolog-dialog made it sporadic stories and with lyrics of each song from the album.  Shorthand Phonetics still told stories with its unique style, lo-fi noisy rock –a bit of pop punk this time- with its consistent fiction lyrics.

There are no a single stand up song in this album, who is really catchable at the first time of listening. Mostly even on the entire album. Each songs sound in-line with each other, Shorthand Phonetics was not setting an experiment here. He just wrote the songs naturally as it flows as his daily activities, maybe? Seems so. As long as he had his recording tools around, the songs would just set up, chrink! Haha.. I must say, that the sound brought in this album a bit heavier and dense, intended or not, I can’t predict as Shorthand Phonetics is always lo-fi. But, the pop-punk like beat, is dominating in this album, with Ababil’s screaming suddenly appear in number of parts in this Album.

Let’s take a look at several songs that catch my ear. Yr #1 in My Mind, Jenna Fischer Analogue, seduce me with layers of distortion in the intro, scratchy, thick, and with a jumbo noisy hit beat on the verse, fulfilled with easy pop-punk singing. Then there is Starring Shinohara Yumi as Unity Telosio in SABER 2RD DESTINY: Unity No Chiryoku with its nowadays indie-rock drum fill, driven bass picking, and guitar picking follow its singing, get smashed with a heavy refrain. The Hardest Achievement coming up with an easy guitar jangling, the not-so-in-tune voice by Ababil accomplished the lo-fi novelty for this song. Hahaha.. There is Picture Day who brought shining sunny pop-punk version of Shorthand Phonetics.

Another sets of songs brought up a dark-noisy nuance, as much as To the Girl I Think Might Be Similar..., Don’t Worry You’ll Roll a Twenty Eventually, dan Natalies for Glasses IV. Don’t worry, titles mentioned above were not the full title, so Shorthand Phonetics keeps his history on making a weirdo long (very long) sentences as its song title, only a couples of songs who had a normal-conventional title. Hahaha… You are invited to download this release, free as candy, presented on Yes No Wave. Please come... (Jay)

*Review by: Jay
*Translated by: Jay
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Track List:
01. “Yr #1 In My Mind, Jenna Fischer Analogue”,
02. “Starring Shinohara Yumi as Unity Telosio in SABER 2RD DESTINY: unity no chiryoku”,
03. “The Hardest Achievement”,
04. “Picture Day”,
05. “To the Girl I Think Might be Similar to the Girl Flight of the Conchords Were Thinking About When They Were Writing “The Most Beautiful Girl (In the Room)””,
06. “When I Ask for the Time, I’m Really Asking for Your Voice”,
07. “Fear and Loathing in Jikyoku-to”,
08. “Check Your Logic By the Door (Call Me When You Wanna Be Treated Like the Goddess That You Are, Tsubasa-chan.)”,
09. “Don’t Worry You’ll Roll a Twenty Eventually / A Fourth-Wall Shattering Intervention”,
10. “Natalies for Glasses IV (”Remember when I said, “Yes, joining Castle would be a very bad idea for me but I’m joining anyway,” and followed it up with a string of maniacal laughter while playing Mass Effect and I queued up “橙” by チャットモンチー and “One More Sad Song” by the All-American Rejects for you to hear? Look where it got us…look where it got her. I’m wanted to quit, by the way. But I won’t, I guess. Cause I love you guys! But I dunno…”)” and
11. “”This Might Be the Last Time We Ever Meet, So I Guess Now’s Probably the Perfect Moment to Say I’m Sorry…for Everything.” an A/U Firely fanfic by Hanabishi Hideaki.”

DOWNLOAD ALL TRACKS IN ZIP HERE!

*Hit READMORE for full stories and infos!

"Lima Puluh Menit Untuk Dua Komposisi Dari Eksperimentalis Noise, Seek Six Sick"

Mungkin rilisan ini akan menjadi sebuah rarities, berarti wajiblah kamu untuk mendownload rilisan ini. Sebuah karya dari Seek Six Sick yang direkam pada saat penampilan mereka pada 26 Juni 2008 di Edwin's Gallery, kemang Jakarta. Ini adalah penampilan untuk membuka sebuah pameran lukisan "Rhyme of Lines" karya Ayu Arista Murti -istri Jimmy Seek Six Sick.

Ini adalah appetizer sebelum album terbaru dari Seek Six Sick pada 2009 nanti (wow!). Dan menurut deskripsi dari Yes No Wave, rekaman ini dijelaskan sebagai: proses encoding dari master rekaman yang berupa kaset membiarkan suara noise yang muncul pada gesekan pita kaset tetap ditampilkan untuk menambah atmosfir yang lo-fi pada pertunjukan tersebut sekaligus memberi kesan romantisme bagi yang sudah tidak pernah memutar pita hitam kaset.

Silahkan download dua komposisi sepanjang 50 menit ini. Nikmati.

---------------------------------------------------------------------------------------------
This might be a rarities, so you must download and get this release. A work by Seek Six Sick, recorded at their performance on 26 June 2008, at Edwin's Gallery, kemang Jakarta. This performance was an opening for a paint exhibition "Rhyme of Lines"  by Ayu Arista Murti -Jimmy's wife.
This is supposed to be the appetizer before Seek Six Sick upcoming album on 2009. According the description from Yes No Wave, this recording described as: encoding process from the master record -a cassette tape-allow the noises come from tape scratch still there. Make the lo-fi nuance felt in the performance, show up on the tape, also bring a romance for whom might not experiencing a cassette tape sounds anymore.
Go ahead, download the two composition brought there, with a length up to 50 minutes. Enjoy.

*Written and Translated by: Jay


01. Untitled    // MP3  I OGG 
02. Anti Macho Rock Star    // MP3  I OGG 

Download all tracks on ZIP  here 
Download the artwork  here 
See the page at Yes No Wave here 

"A Single-Work Soundtrack Album" 

Masih dari net label Yes No Wave, kali ini sebuah album soundtrack dari film independen Ngintip!... Run, Budi, Run! dimana keseluruhan lagu pada album soundtrack ini digarap oleh Shorthand Phonetics. Permainan instrumentalis tanpa vokal beberapa kali ditemukan pada album ini, yang memang terdengar selayaknya ilustrasi musik sebuah film.

Shorthand Phonetics nampaknya merancang komposisi musik disini disesuaikan dengan film yang ia ilustrasikan. Musiknya lebih variatif, dan eklektik, menjadikan Shorthand Phonetics sebagai musisi yang layak mengerjakan ilustrasi musik sebuah karya seni. Album ini telah rilis pada 31 Agustus 2008, download kesemuanya gratis di Yes No Wave, atau lihat link di bawah.

PS. Shorthand Phonetics akan segera merilis album baru!
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
This one still from net label, Yes No Wave, this time it's a movie soundtrack album, from independent movie, Ngintip... Run, Budi, Run! where every music in this album made by Shorthand Phonetics. Instrumentalist play without vocal found some in this album. Sounds just like music illustration for a movie.

Shorthand Phonetics looks like designed a music composition, ideally for a movie that he is illustrated. The music is more vary, and eclectic, make Shorthand Phonetics a musician that deserved to work on music illustration of an art. This album was released at August 31st 2008, download them all for free at Yes No Wave, or look the links below.

PS. Shorthand Phonetics will soon release a new album!

*Written and translated by: Jay

Tracklist
01. Some Dude (Taught Me This Song During Form Two...I Think He May Have Ripped It Off From  Somebody Else...But That Doesn't Matter Now)
02. Goodbye Juria (Don't Worry. It's Treatable. Being a Bitch Though...There's Nothing We Can Do About That)
03. Bow-Wow-Chikka-Wakka-Chikka-Wakka-Chikka-Wakka, Bow-Wow-Chikka-Wakka- Chikka-Wakka-Chikka-Wakka
04. Some Dude (Taught Me This Song During Form Two...I Think He May Have Ripped It Off From Somebody Else...But That Doesn't Matter Now) [acoustic ver.]
05. Magic is Away for the Season
06. Budi's Ass is Grass
07. Budi's Triumph
08. Nature Lovers' Military March
09. Search for My Next Top Infatuation
10. The Sale
11. Excerpt from "Flower Image Forever (Dance of the Second Choice)
12. A Semi Deus Ex Machina Appears
13. When Women Congregate
14. When Women Congregate II
15. The Resolution
16. Excerpt from "The Academic Life"

Download them all on ZIP here (48 MB)
Get the Artwork here (4 MB)
Download one by one directly at Yes No Wave

"A Bluesy Pop!"

Salah satu personil dari band indie-pop Bangkutaman, J. Irwin baru saja merilis EP terbaru yang berjudul Local Heroes, tepatnya pada 31 Agustus 2008. EP tersebut dirilis via net label Yes No Wave (klik untuk mengunjungi).

Pada EP di proyek solo-nya kali ini J.Irwin menggabungkan nada-nada pop dengan sentuhan gitar yang bluesy, dimana menjadi daya tarik tersendiri pada album ini. Ada lima track yang terdokumentasi pada EP ini, kesemuanya bebas di download melalui net label Yes No Wave. Langsung download saja, lihat link download di bawah, dan hakimi sendiri musik dari J. Irwin.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
One of the member of indie-pop band, Bangkutaman, J. Irwin, recently released his new EP titled Local Heroes, at August 31st 2008. Those EP released via net label, Yes No Wave (click to visit).

On this solo project EP, J. Irwin combined pop tunes with touch of bluesy guitar, whereas the interesting point of the album. There are five tracks that documented on this EP, all of them free to download through net label, Yes No Wave. Just download it, look for the link below, and judge J. Irwin's music yourself !

*Written and translated by: Jay

Tracklist
01. Mirror Land    mp3 | ogg
02. Hymn For A Friend in The Sky (Radio Edit)    mp3 | ogg
03. Local Heroes    mp3 | ogg
04. When The Morning Comes    mp3 | ogg
05. Heaven Stringer    mp3 | ogg

Download all on ZIP here
Get the Artwork here

The Upstairs
Genre : New-Wave Rock/Punk
Based in : Jakarta, Indonesia
Label : Yes No Wave
Year : 2008
Rate : 7/10
Myspace







Ini adalah album EP terbaru dari band new-wave rock fenomenal asal Jakarta, The Upstairs. Ada hal baru pada rilisnya album EP Ku Nobatkan Jadi Fantasi ini. Untuk pertama kalinya, The Upstairs merilis album melalui net label, yaitu Yes No Wave, secara gratis. Sehingga setiap orang bebas mengunduh dan memproduksi sendiri album EP ini. Lalu, apakah album ini akan kembali heboh seperti pendahulunya? Saya rasa tidak juga. Karena dari enam lagu di EP ini, The Upstairs hanya menyajikan satu lagu baru, yaitu Ku Nobatkan Jadi Fantasi. Sepertinya The Upstairs ingin menjadikan album ini lebih sebagai collectible item saja.

Diluar intro-nya yang seperti nada pada game Nintendo, Ku Nobatkan Jadi Fantasi kembali menghadirkan energi punk dari The Upstairs kembali. Seperti sebelumnya terasa pada lagu-lagu semacam Nilai Nilai Nilai dan Amatir dari album Matraman. Part melodi juga menghadirkan nuansa rock n roll walaupun kesemuanya masih berbalut new-wave rock ala The Upstairs. Track lainnya sudah pernah dirilis di album sebelumnya, dan album kompilasi JKT:SKRGAlexander Graham Bell dan Televisi-. Rekaman live dari Terekam (Tak Pernah Mati) akan menjadi sangat menarik bagi fans setia The Upstairs. Celotehan khas Jimi Multhazam sang vokalis bisa didengarkan disini. Konyol, spontan dan apa adanya. Kemudian versi akustik dari Lompat akan cukup menghibur dan memberi nuansa berbeda, lebih tenang.

Sebenarnya secara keseluruhan album ini malah jadi semacam rilis single dan b-sides nya. Karena lagu barunya hanya satu, dan lagu lainnya juga sudah pernah dirilis. Tapi ini tetap akan menjadi item koleksi wajib bagi para Modern Darlings (fans The Upstairs).
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
This is the newest EP from The Upstairs, the phenomenal new-wave rock band from The Upstairs. There are new things on the release of this EP. For the first time, The Upstairs released the album through net label, Yes No Wave, for free. So, everyone free to download and produce the album by own-self. So, will the album gonna be big like before? I don’t think so. Because from the six songs in this album, only one of them is a new song, it’s Ku Nobatkan Jadi Fantasi. The Upstairs seems made this album as a collectible, that’s it.

Otherwise the intro that’s like a tune from Nintendo game, Ku Nobatkan Jadi Fantasi bring back the punk energy from the Upstairs. Previously can be found in old tracks, like Nilai Nilai Nilai and Amatir from Matraman album. The guitar solo part bring the rock n roll taste but still in The Upstairs new-wave rock way. The rest tracks are previously released in last album, and compilation album JKT:SKRGAlexander Graham Bell and Televisi-. Live record of Terekam (Tak Pernah Mati) could be enjoyable for the fans. Jimi Multhazam’s words, the vocalist, could be found here. Spontaneous, silly and just the way he is. Then, acoustic version of Lompat would be nice and give a different sight, chill.

Actually, the EP is more like single with b-sides release. Because the new song is just a single one song, and the rest is previously released before. But still, it will be a must collectible item for Modern Darlings (The Upstairs fans).


Review by: Jay

Tracklist 
01. Ku Nobatkan Jadi Fantasi
02. Dansa Akhir Pekan (2008)
03. Alexander Graham Bell
04. Televisi
05. Terekam (Tak Pernah Mati) (Live)
06. Lompat (Live Accoustic Set)

Download, jump to Yes No Wave or click here

Setelah bulan lalu merilis single "Ku Nobatkan Jadi Fantasi" yang bebas di unduh di halaman MySpace mereka, kali ini The Upstairs, band new wave rock terdepan dari Jakarta merilis EP atau mini album mereka dengan judul "Ku Nobatkan Jadi Fantasi". Dan kali ini juga bebas di unduh per 17 Agustus 2008, melalui net label berbasis di Jogjakarta, Yes No Wave.

Pada EP "Ku Nobatkan Jadi Fantasi" ini, The Upstairs memasukkan beberapa lagu lama seperti "Televisi" dan "Alexander Graham Bell" yang keduanya pernah dirilis oleh Aksara Records dalam kompilasi JKT:SKRG. Ada juga format akustik, yang dihadirkan pada lagu "Lompat" juga rekaman live pada lagu "Terekam (Tak Pernah Mati)". Hanya ada satu lagu baru pada rilisan kali ini, yaitu lagu "Ku Nobatkan Jadi Fantasi".

Dapatkan kesemuanya di halaman Yes No Wave di www.yesnowave.com , atau klik disini atau lihat link di bawah. Silahkan download, pelan-pelan saja, tidak usah terburu-buru, atau copy saja dari teman jika kamu malas mendownload.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
As The Upstairs -a new wave rock band from Jakarta- released their new single, "Ku Nobatkan Jadi Fantasi" and  can be downloaded for free at their MySpace page,  now, they just released their EP, titled "Ku Nobatkan Jadi Fantasi" and again, free to download! Not in their MySpace page, but free to download at Yes No Wave, a net label based in Jogjakarta, per 17th of August 2008.

In this EP, The Upstairs put in some old songs like "Televisi" and "Alexander Graham Bell". Both songs are released before in JKT:SKRG compilation by Aksara Records. There is acoustic set too in this EP, on "Lompat", and also live-format on "Terekam (Tak Pernah Mati)". Only a single new song in this EP, that is "Ku Nobatkan jadi Fantasi".

Get it all on Yes No Wave page at www.yesnowave.com , or simply click here, or look the links below. Happy downloading, take it easy, or you can just copy the EP from your friend if you are too lazy to download.

Tracklist
01. Ku Nobatkan Jadi Fantasi                 mp3 | ogg
02. Dansa Akhir Pekan (2008)                mp3 | ogg
03. Alexander Graham Bell                      mp3 | ogg
04. Televisi                                                  mp3 | ogg
05. Terekam (Tak Pernah Mati) (Live)     mp3 | ogg
06. Lompat (Live Accoustic Set)              mp3 | ogg

Download all songs in .zip here!
Album Artwork, here!


Salah satu yang wajib anda unduh saudara-saudara, kompilasi MUSIC BEYOND NO BORDER VOL.2 very worth it untuk menghabiskan bandwidth anda. Dijejali tembang-tembang mantap dari musisi kalap semacam Southern Beach Terror, J. Irwin (also known playing in Bangkutaman), Sungsang Lebam Telak, dan masih banyak lainnya yang wajib disimak. Wajib!

Menyuguhkan bermacam genre, beyond no border! Just like its title. Southern Beach Terror dengan psychedelic rock instrumentalis diselingi beberapa teriakan dibelakang, Disambut Nervous Breakdown yang trashy, lalu tiba-tiba saja diselingi indie pop berbalut nuansa rock dari J. Irwin. Masih ada free jazz yang main seenaknya, tapi percayalah, ini komposisi yang dimainkan dengan sangat baik oleh Sungsang Lebam Telak. Risky Summerbee and The Honeythief akan membuat adiksi dengan melodi sepanjang lagunya. Bla Bla Blast menceriakan hidupmu dengan death metal bernuansa chiptune. Shorthand Phonetics juga perlu di waspadai dengan permainan piano tunggalnya yang senantiasa menancap di kepala.

Segara download kompilasi, lalu sebarkan seluas-luasnya kedalam komputer teman-temanmu. Unduh dan sebarkan sebanyak-banyak karya pahlawan-pahlawan lokal ini. Tapi jangan mendulang keuntungan finansial pribadi dari rilisan netlabel ini.

Cek secara berkala ke Mellon Zine Online ini atau langsung cek ke www.yesnowave.com untuk berita dan rilisan terbaru. (Psssttt... Beberapa rilisan lainnya tersedia di situs Yes No Wave, cek aja!)

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
This is a must-download folks! Music Beyond No border Vol.2, a compilation, very worth it to kill your bandwidth. Contain excellent tracks from great musicians such as Southern Beach Terror, J. Irwin (also known playing in Bangkutaman), Sungsang Lebam Telak, and much more, you must listen! Must!

Presents many kind of genre, beyond no border! Just like its title. Southern Beach Terror with their psychedelic rock instrumentalist and some background screaming, then there is a trashy Nervous Breakdown. Next there is some indie pop with rock taste in it from J. Irwin, and then a free jazz playing all around by Sungsang Lebam Telak. Believe me, it's a composition played by them. Risky Summerbee and The Honeythief is addictive with its melody along the song. Bla Bla Blast brighten your life with their chiptuned death metal. Shorthand Phonetics need to be watched with the single piano playing that could stuck in your head easily.

Download this compilation now, and spread it to your friends PCs. But, don't take any financial profit for your own from this netlabel-released compilation.

Check to this www.mellonzine.com or directly to www.yesnowave.com for news and new releases. (Psssttt... some more releases is on Yes No Wave site, check it!)

MUSIC BEYOND NO BORDER VOL.2

Deskripsi (Yes No Wave)
Ini adalah kompilasi tahunan yang dirilis oleh Yes No Wave Music menampilkan beberapa band yang kami sukai. Beberapa diantaranya pernah dan akan kami rilis baik melalui Free Single Club maupun rilisan reguler. Pada volume 2 ini 60% diisi oleh musik cadas dengan ramuan yang hibridasi. Dari deathrock yg berbalut elektronik, kawin silang 8-bit dengan death metal, jangle pop bernuansa blues-rock, surf rock instrumentalis, drone metal, art rock, pop minimalis, metal malas nan suram, free jazz hingga lagu mars hooligan.

Kompilasi ini didedikasikan untuk teman kami seorang seniman muda berbakat, Andry Moch.

Track List:
01. Gravediggerb - Gravedigger 69   mp3 | ogg
02. Southern Beach Terror - Wild Seahorses    mp3 | ogg
03. Nervous Breakdown - Shure 5    mp3 | ogg
04. J. Irwin - Hymn For A Friend In The Sky (Radio-Edit)    mp3 | ogg
05. Sungsang Lebam Telak - Kecuali Mengenang Betismu, O Sembadra!    mp3 | ogg
06. Risky Summerbee & The Honeythief - I'm With You    mp3 | ogg
07. Bla Bla Blast! - Rediscovering Atlantis    mp3 | ogg
08. Serigala Jahanam - Astral Altar    mp3 | ogg
09. Evily Candy Machine - Side Of A Day    mp3 | ogg
10. Shorthand Phonetics - When Women Congregate    mp3 | ogg
10. JimboDivine - Merah    mp3 | ogg

Download Full Album!

Artwork